MAHADALYASSUNNIYYAH.AC.ID, Kencong. Dalam rangka memperdalam pemahaman ilmu hadis di kalangan mahasantri, Ma’had Aly Assunniyyah Kencong menggelar Daurah Ilmiyyah bersama ulama terkemuka dari Tarim, Yaman, Prof. Dr. Al-Habib Alawi bin Syihab, Mudir Darul Hadits Tarim, Ahad, (18/05/2025) dan dihadiri langsung oleh para dosen serta seluruh mahasantri.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Alawi membahas secara mendalam kitab karyanya yang berjudul ‘Adālat al-Ṣaḥābah lā Tastalzimu Ḍabṭahum, yang menyoroti perbedaan antara sifat adil para sahabat dan kemampuan mereka dalam hal ḍabṭ atau ketepatan dalam meriwayatkan hadis.
“Para sahabat adalah generasi terbaik yang adil, namun keadilan tidak serta merta menjamin ketepatan hafalan atau penyampaian riwayat,” jelas Prof. Alawi.
Prof. Alawi mengangkat sejumlah contoh, seperti kritik Sayyidah ‘Aisyah terhadap sebagian riwayat Ibnu Umar, serta adanya riwayat-riwayat yang menunjukkan kekeliruan naratif di kalangan sahabat.
Pemaparan tersebut memantik respons kritis dari para peserta. Namun, hal ini disambut positif oleh Prof. Alawi. Ia menekankan pentingnya sikap ilmiah dan keterbukaan dalam menelaah pandangan-pandangan ulama, termasuk terhadap karyanya sendiri.
“Ilmu harus dilandasi hujjah, bukan semata taqlid atau fanatisme. Banyak ulama pun mengkritisi isi kitab ini, dan itu adalah bagian dari dinamika keilmuan yang sehat,” ujarnya.
Selain menyampaikan materi secara sistematis dan bernas, Prof. Alawi juga memberikan ijazah atas seluruh karya ilmiahnya kepada para peserta sebagai bentuk sanad keilmuan yang bersambung dari para ulama terdahulu hingga kini.
Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi para mahasantri untuk membiasakan diri berpikir kritis, namun tetap dalam bingkai adab dan metodologi ilmiah yang kokoh. Daurah ini juga memperkuat peran Ma’had Aly Assunniyyah sebagai lembaga yang konsisten menghidupkan tradisi ilmiah dalam studi hadis di Indonesia.
