Lumajang – Pengasuh Pondok Pesantren Assunniyyah, KH Ahmad Ghonim Jauhari, menyampaikan pesan penting kepada para alumni agar senantiasa menjaga silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Hal itu disampaikan Kiai yang biasa disapa Gus Ghonim ini pada acara Halal bi Halal yang diadakan Alumni Ma’had Assunniyyah (Almas) Daerah Lumajang pada Ahad, (12/04/2026) di Desa Tempursari Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang.
Gus Ghonim menyoroti tantangan yang dihadapi santri dan alumni di era saat ini. Ia menilai bahwa ujian zaman sekarang semakin kompleks, sehingga diperlukan benteng keilmuan yang kuat berbasis Aswaja.
“Kalau bentengnya tidak kuat, lalu bergaul di lingkungan yang salah, maka pemikirannya bisa berbeda dengan para guru,” tegasnya.
Dalam konteks kealumnian, beliau menegaskan bahwa keberadaan organisasi alumni seperti Almas bukan sekadar wadah kegiatan sosial, melainkan memiliki peran strategis dalam menjaga arah pemikiran alumni.
“Almas ini bukan hanya narik amal, tapi membentengi alumni agar tidak masuk ke golongan di luar Aswaja,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pondok Pesantren Assunniyyah adalah milik bersama para alumni, bukan milik keluarga kiai semata. Karena itu, alumni diminta untuk bangga dan turut menjaga marwah pesantren.
“Assunniyyah itu milik alumni. Maka kita patut bersyukur dan menjaganya bersama,” imbuhnya.
Selain itu, Gus Ghonim mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi dengan bijak. Islam, menurutnya, tidak mengajarkan memutus hubungan, namun dalam kondisi tertentu menjaga jarak justru menjadi bagian dari upaya menjaga ketenangan hati.
“Bukan memutus, tapi memberi ruang agar hati tetap tenang. Itu juga bagian dari nilai silaturahmi,” terangnya.
Maka, lanjutnya, kehadiran alumni di acara seperti ini merupakan bukti sehat lahir batin dan menekankan pentingnya menjaga kesehatan keduanya.
“Kadang lahirnya sehat, batinnya tidak. Sebaliknya, ada yang batinnya sehat tapi lahirnya tidak. Maka keduanya harus dijaga,” ujarnya.
Menurutnya, memasuki usia matang, seseorang akan semakin merasakan pentingnya keseimbangan tersebut. Ia pun mengajak para alumni untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak syukur dan mengaji dengan penuh keikhlasan.
“Ayo ngaji, ngaji ikhlas. Insyaallah kalau ikhlas, penyakit seperti asam urat dan kolesterol bisa hilang,” pungkasnya.
