Ma’had Aly Assunniyyah Kencong Perkenalkan Varian Baru Tugas Akhir, Bedah Pedoman Penulisan Syarah, Hasyiyah, dan Ta’liq Kitab

Kencong – Dalam upaya mengakomodasi dan mengembangkan khazanah keilmuan santri, Ma’had Aly Assunniyyah Kencong secara resmi memperkenalkan varian baru tugas akhir bagi mahasantri.

Varian tersebut berupa penulisan Syarah, Hasyiyah, dan Ta’liq kitab kuning, sebagai alternatif disamping penulisan risalah (skripsi). Sosialisasi dan bedah pedoman penulisan ketiga bentuk karya ilmiah itu digelar dalam rapat khusus di Ruang 1 Ma’had, pada Senin (5/1/2026).

Rapat yang diikuti oleh segenap Mudarris (Dosen) Ma’had Aly tersebut dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Aly Assunniyyah, Agus Iqbal Muhammad Rodli, S.Pd., M.Ag. Beliau menekankan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis yang selaras dengan identitas lembaga.

“Sebagai perguruan tinggi yang berbasis pesantren dan kitab kuning, tugas akhir berupa Syarah, Hasyiyah, dan Ta’liq adalah bentuk relevansi nyata. Ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan kontribusi ilmiah untuk memperkaya khazanah turats (warisan ulama),” ujarnya.

Pemaparan materi teknis dan akademis disampaikan oleh Ustadz Ibnu Hasan Abdillah. Dalam paparannya, beliau menjelaskan perbedaan mendasar, kerangka penulisan, metodologi, serta standar kelayakan ilmiah dari masing-masing bentuk karya; Syarah (penjelasan matan), Hasyiyah (catatan pinggir atas syarah), dan Ta’liq (komentar atau catatan kritis).

Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan penting. Dengan semakin melengkapi varian karya tulis akhir, Ma’had Aly Assunniyyah berupaya mengakomodasi minat dan kemampuan spesifik mahasantri. Diharapkan, setiap santri dapat menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi syarat akademik, tetapi juga bernilai kontributif bagi perkembangan studi keislaman berbasis kitab kuning.

“Rapat koordinasi bedah metode Syarah, Hasyiah, Ta’liq dan Tahqiq, akan dilakukan dalam beberapa tahap hingga tuntas, dan hari ini merupakan langkah pertama tentang hal tersebut ” pungkas Mudir Agus Iqbal menutup rapat.

Langkah ini memperkuat posisi Ma’had Aly Assunniyyah Kencong sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi Islam yang berkomitmen menjaga tradisi keilmuan pesantren sekaligus berinovasi dalam metode akademiknya.

 

 

Pewarta: Maskur Azka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *