Lumajang – Mahasantri Ma’had Aly Assunniyyah Kencong resmi diterjunkan dalam program Kuliah Khidmah Nabawiyyah (KKN) pada Selasa (17/2/2026) di sejumlah titik di Kabupaten Lumajang dan Jember.
Salah satu lokasi pengabdian berada di Masjid Darut Taqwa Mangunsari, Desa Mangunsari, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang. Di tempat tersebut, empat mahasantri yang berlatar belakang budaya dan bahasa Jawa melaksanakan dakwah di tengah masyarakat yang mayoritas berbahasa Madura.
Perbedaan bahasa sempat menjadi tantangan awal dalam proses adaptasi. Namun, keramahan masyarakat setempat justru menjadi jembatan yang memudahkan terjalinnya komunikasi dan kebersamaan.
Dalam waktu kurang dari tiga hari, para mahasantri telah mampu berbaur dengan warga. Mereka aktif mengikuti kegiatan keagamaan, bersilaturahmi dari rumah ke rumah, serta membersamai masyarakat dalam berbagai aktivitas ibadah di masjid.
Antusiasme warga terlihat dari ramainya jamaah shalat berjamaah, baik shalat rawatib maupun tarawih. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak istiqamah memakmurkan masjid.
Salah satu momen menarik terjadi pada Sabtu (21/2/2026) pagi seusai kegiatan mudarasah. Seorang warga lanjut usia mendatangi posko KKN dan mengajukan pertanyaan seputar hukum ziarah kubur di bulan Ramadhan menggunakan bahasa Madura.
“Cong, bagaimana hukumnya saya ke kuburan untuk mendoakan orang tua saya pada bulan Ramadhan? Kan Ramadhan bulan untuk istirahat,” tanyanya.
Menanggapi hal itu, salah satu mahasantri, Kang Danil, menjelaskan bahwa Ramadhan justru menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah.
“Justru lebih baik, Mbah. Ramadhan itu istirahat dari kesibukan dunia untuk memperbanyak amal dan ibadah,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa perbedaan bahasa dan kultur bukanlah penghalang dalam berdakwah. Keteladanan sikap, akhlak yang santun, serta pendekatan yang humanis terbukti mampu membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.
Melalui program KKN ini, mahasantri tidak hanya menjalankan tugas pengabdian, tetapi juga meneguhkan nilai ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman budaya.
