Akhmad Zaeni: Doktor Ilmu Hadis Pertama dari Pesantren Assunniyyah

Akhmad Zaeni adalah sosok yang menunjukkan bahwa jalan pesantren bukan hanya tempat membentuk karakter dan akhlak, tetapi juga ladang subur untuk melahirkan intelektual kelas dunia. Lahir dan besar dalam lingkungan Pesantren Assunniyyah Kencong, Jember, ia tumbuh sebagai santri yang tekun dan bersahaja namun menyimpan semangat besar dalam menapaki dunia ilmu.

Komitmennya terhadap ilmu keislaman bahkan membawanya ke tingkat internasional, ketika ia memperoleh beasiswa non-degree dari Kementerian Agama RI untuk mengikuti Pelatihan Pengembangan Fatwa di Mesir, sebuah pengalaman penting yang memperluas perspektif keilmuan dan menegaskan kredibilitasnya di kancah global.

Perjalanan panjangnya dalam studi keislaman membawanya hingga ke puncak capaian akademik: meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Hadis di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Capaian ini menjadi lebih istimewa karena ia merupakan alumni pertama Pesantren Assunniyyah yang berhasil menyandang gelar doktor.

Disertasinya berjudul “Kritik Aishah tentang Dhabt al-Shahabah: Studi Kritik atas Sahabat dalam Kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim”. Sebuah karya ilmiah yang tidak hanya menawarkan telaah kritis, tetapi juga menggambarkan keberanian dan ketajaman intelektual dalam membaca ulang otoritas sanad hadis melalui lensa Sayyidah Aishah.

Ujian terbuka disertasinya digelar pada 2 Juli 2025. Suasana sidang yang semula tegang dipenuhi kehadiran guru besar, dosen, dan tokoh pesantren berubah menjadi cair berkat jawaban-jawaban tenang dan lugas dari dirinya. Salah satu penguji bertanya dengan nada serius, “Kira-kira Anda ini sebagai ahli apa? Ahli hadis, ilmu hadis, atau yang lainnya?” Ia menjawab dengan ringan namun pasti, “Insyaallah ahli ilmu hadis,” yang disambut tawa hangat dan aplaus dari seluruh ruangan.

Pengakuan atas kualitas akademiknya datang dari berbagai penguji. Prof. Dr. Abd. Halim Soebahar, M.A. secara khusus menyampaikan bahwa disertasi ini sangat layak diterbitkan oleh LPPD Jawa Timur, sebagai kontribusi penting dalam khazanah ilmu hadis kontemporer.

Momen bersejarah itu juga dihadiri oleh civitas akademika Ma’had Aly Assunniyyah Jember, Universitas Al Falah Assunniyyah (UAS), serta para tokoh dan keluarga. Termasuk di antaranya KH. Abdul Haris, Pengasuh Pondok Pesantren Al Bidayah Jember, yang turut menyaksikan pencapaian monumental ini.

Akhmad Zaeni kini menjadi simbol harapan dan inspirasi bagi ribuan santri lainnya. Ia membuktikan bahwa dari dunia pesantren yang sederhana, bisa lahir pemikir-pemikir besar yang tidak hanya fasih dalam tradisi, tetapi juga tangguh dalam dunia akademik. Sebuah bukti bahwa ilmu, bila dicari dengan sungguh-sungguh, akan mengangkat derajat siapa pun yang mengejarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *