KKN Ramadhan Ma’had Aly Assunniyyah, 54 Mahasantri Siap Khidmah di Masjid-masjid Pasrujambe Lumajang

Kencong — Sebanyak 54 mahasantri Ma’had Aly Assunniyyah Kencong Jember siap mengabdikan diri kepada masyarakat melalui program Kuliah Khidmah Nabawiyah (KKN) Ramadhan 1447 H. Kesiapan tersebut ditandai dengan kegiatan pembekalan KKN yang digelar di Aula Lantai 3 Perpustakaan Ma’had Aly Assunniyyah, Selasa (03/02/2026).

Pembekalan ini dihadiri oleh jajaran struktural Ma’had Aly Assunniyyah, para musyrif KKN, serta menghadirkan KH Khoiuzzaad Maddah dari Dewan Pertimbangan PP Assunniyyah Kencong sebagai pemateri utama.

Dalam tausiahnya, KH Khoir Zaad Maddah menekankan bahwa KKN Ramadhan bukan sekadar agenda akademik, melainkan momentum khidmah dan pengabdian yang menuntut keteladanan akhlak. Ia mengingatkan para mahasantri agar mampu menempatkan diri secara arif dan bijaksana di tengah dinamika masyarakat.

“Mahasantri harus hadir sebagai penyejuk. Dakwah itu bukan sekadar menyampaikan, tetapi juga menenangkan dan memberi solusi,” pesannya.

KKN Ramadhan 1447 H akan berlangsung selama 20 hari dan merupakan bagian dari kurikulum wajib Ma’had Aly Assunniyyah dengan total durasi 40 hari yang dilaksanakan dalam dua tahap selama masa perkuliahan. Tahun ini, para mahasantri akan diterjunkan di 13 masjid yang tersebar di Kecamatan Pasru Jambe, Kabupaten Lumajang.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang tinggi. Hal tersebut terlihat dari empat masjid yang kembali mengajukan permohonan menjadi lokasi KKN, sementara sembilan masjid lainnya merupakan lokasi baru. Kondisi ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap peran dan kontribusi mahasantri Ma’had Aly Assunniyyah.

Sebanyak 54 mahasantri peserta KKN dibagi ke dalam 13 kelompok, masing-masing beranggotakan minimal empat orang, dengan dua kelompok terdiri dari lima mahasantri. Dari sisi jenjang, 38 peserta berasal dari Mustawa III dan IV, sedangkan 16 lainnya dari Mustawa I dan II. Komposisi ini dirancang untuk memperkuat transfer pengalaman serta kaderisasi dakwah di lapangan.

Wakil Mudir II Bidang Kemahasantrian Ma’had Aly Assunniyyah, Ustadz Saiful Badri, B.Sc., M.Pd., menjelaskan bahwa KKN Ramadhan menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasantri untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.

“Mahasantri tidak hanya belajar menjadi imam tarawih atau pengajar Al-Qur’an, tetapi juga belajar mendampingi masyarakat, merawat tradisi keislaman yang baik, serta membangun hubungan sosial-keagamaan yang harmonis,” ungkapnya.

Melalui KKN Ramadhan ini, Ma’had Aly Assunniyyah berharap para mahasantri mampu menumbuhkan spirit khidmah, sekaligus membentuk calon dai dan pemimpin umat yang berilmu, berakhlak, dan peka terhadap realitas sosial di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *