Kencong — Ma’had Aly Assunniyyah Kencong menggelar rapat standarisasi metode tahqiq kitab kuning sebagai upaya memperkuat sistem akademik dan menjaga keotentikan naskah-naskah klasik Islam, Senin (12/1/2026).
Rapat yang berlangsung di kantor Ma’had Aly tersebut dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Aly Assunniyyah, Agus Iqbal Muhammad Rodli, S.Pd., M.Ag., dan menghadirkan Agus Zuhairuzzaman, B.Sc., M.H.I. sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Agus Zuhairuzzaman atau yang akrab disapa Gus Zuhair menegaskan bahwa tahqiq kitab kuning merupakan bagian penting dari tanggung jawab ilmiah dalam menjaga kemurnian khazanah keilmuan Islam.
“Tahqiq kitab kuning merupakan karya ilmiah yang bertujuan menjaga keotentikan warisan keilmuan Islam dengan menghadirkan teks manuskrip sedekat mungkin dengan maksud asli pengarangnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses tahqiq melibatkan perbandingan berbagai naskah, penelusuran perbedaan redaksi, hingga koreksi kesalahan penyalinan yang terjadi sepanjang sejarah.
“Tidak jarang ditemukan karya yang pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Di sinilah tahqiq menjadi amanah ilmiah agar tidak terjadi distorsi terhadap teks dan sanad keilmuan ulama,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Wakil Mudir II Ma’had Aly Assunniyyah, Ust. Saiful Badri, B.Sc., M.Pd. Menurutnya, tahqiq bukan hanya aktivitas akademik, tetapi juga bentuk khidmah terhadap ilmu dan agama.
“Melalui tahqiq, khazanah turats dapat dihidupkan kembali agar tetap relevan dan bisa dipahami generasi sekarang tanpa menghilangkan otoritas teks aslinya,” tuturnya.
