JEMBER — Alumni Ma’had Aly Assunniyyah Kencong, Jember, Salma Al Mumtaza, berhasil lolos seleksi beasiswa Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan jenjang Marhalah Tsaniyah (M2) di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Jombang, Jum’at (28/08/2026).
Di Ma’had Aly, jenjang Strata Satu (S1) disebut Marhalah Ula (M1), sedangkan jenjang Strata Dua (S2) disebut Marhalah Tsaniyah (M2).
Keberhasilan tersebut diraih setelah Salma mengikuti serangkaian tahapan seleksi yang berlangsung secara bertahap, mulai dari seleksi administrasi, seleksi internal Ma’had Aly, hingga seleksi yang dilaksanakan oleh pihak LPPD Jatim.
Salma menuturkan, sebelum mengikuti seleksi LPPD, dirinya terlebih dahulu mengikuti seleksi internal Ma’had Aly Tebuireng pada 16 Juni 2026. Seleksi tersebut diikuti sejumlah peserta dan terdiri dari beberapa tahapan tes.
Tahap pertama berupa tes tulis sebanyak 100 soal dengan materi yang meliputi nahwu, shorof, balaghah, fiqih, musthalah hadis, dan sejumlah materi lainnya.
Selanjutnya, peserta mengikuti tes membaca Shahih Muslim. Peserta diminta membaca bagian kitab yang telah ditentukan, kemudian menjelaskan isi atau kandungan ibarat yang dibaca serta mengikuti sesi tanya jawab.
“Yang diuji bukan hanya kemampuan membaca kitab, tetapi juga pemahaman dan kemampuan untuk menghubungkan turats dengan konteks kekinian,” ujar Salma.
Selain itu, peserta juga menjalani tes pengetahuan penulisan artikel ilmiah. Dalam tahapan tersebut, peserta diminta memilih salah satu artikel ilmiah dari Jurnal Nabawi milik Ma’had Aly Hasyim Asy’ari untuk dipelajari, kemudian dipresentasikan di hadapan penguji dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Setelah melewati seleksi internal, Salma mengikuti seleksi beasiswa LPPD yang dilaksanakan pada 23 Juli 2026. Seleksi tersebut diikuti 23 peserta yang berasal dari Jawa Timur.
Pada seleksi LPPD, peserta kembali diuji melalui kemampuan membaca Shahih Muslim. Maqra’ ditentukan langsung oleh penguji. Setelah membaca, peserta diminta menjelaskan hadis yang dibaca serta menjawab sejumlah pertanyaan terkait hadis dan syarahnya.
“Jadi kami harus benar-benar memahami hadis, bukan hanya bisa membacanya, tetapi paham terhadap maksud dari masing-masing lafadznya,” jelas Salma.
Salma mengatakan, keikutsertaannya dalam seleksi beasiswa LPPD sejak awal bukan semata-mata karena kebutuhan mendapatkan beasiswa. Ia melihat program tersebut sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus keseriusan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang M2.
Menurutnya, menjadi penerima beasiswa juga membawa tanggung jawab dan amanah. Dukungan yang diberikan melalui program beasiswa harus diimbangi dengan kesungguhan dalam menjalani pendidikan.
Dalam proses persiapannya, Salma mengaku tantangan terbesar yang dihadapi justru berasal dari dirinya sendiri, terutama dalam melawan rasa malas dan membangun kedisiplinan belajar.
“Mengetahui sesuatu itu benar dan mampu mengeksekusinya adalah dua hal yang berbeda dan sangat jauh jaraknya,” ungkapnya.
Setelah dinyatakan lolos, Salma mengaku bersyukur sekaligus menyadari adanya tanggung jawab yang lebih besar untuk menjalankan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Bagi Salma, rangkaian seleksi yang dilaluinya memberikan pengalaman tersendiri karena peserta tidak hanya diuji dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan membaca dan memahami turats, menjelaskan hadis, mengaitkan pemahaman keagamaan dengan persoalan kekinian, serta kemampuan membaca dan mempresentasikan karya ilmiah.
Keberhasilan Salma lolos seleksi beasiswa LPPD jenjang M2 tersebut menjadi capaian tersendiri bagi alumni Ma’had Aly Assunniyyah Kencong dalam melanjutkan tradisi keilmuan dan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
