Mahasantri Putri Ma’had Aly Assunniyyah Penerima Beasiswa BAZNAS Persembahkan Buku Keteladanan untuk Kiai Sadid di Ulang Tahun ke-70

KENCONG – Mahasantri Putri Ma’had Aly Assunniyyah penerima Beasiswa Cendekia (BC) BAZNAS mempersembahkan kado istimewa kepada Pengasuh Pondok Pesantren Assunniyyah Kencong, Jember, KH Ahmad Sadid Jauhari, yang genap berusia 70 tahun pada Juli 2026.

Kado tersebut diserahkan langsung di kediaman KH Ahmad Sadid Jauhari pada Rabu (8/7/2026). Hadiah yang diberikan berupa sebuah buku antologi berjudul “KH Ahmad Sadid Jauhari dan Nilai-nilai Keteladanan”, yang memuat berbagai kisah inspiratif, perjalanan pengabdian, serta nilai-nilai keteladanan beliau.

Penyerahan buku berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan dengan didampingi Nyai Hj. Solihah.

Dosen sekaligus mentor penulisan buku, Dr. Ahmad Zaeni, M.Pd., menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil tugas mandiri para Mahasantri Putri penerima Beasiswa Cendekia (BC) BAZNAS. Seluruh proses, mulai dari pengumpulan data hingga penyusunan naskah, dilakukan secara mandiri oleh para mahasantri, sebelum melalui proses penyuntingan oleh mentor.

“Data yang dihimpun berasal dari berbagai sumber. Ada yang diperoleh melalui wawancara dengan para alumni, berbagai artikel yang membahas Kiai Sadid, hingga pengalaman para mahasantri sendiri selama belajar dan berinteraksi bersama beliau,” jelasnya.

Menurut Ahmad Zaeni, penyusunan buku tersebut bukan sekadar menjadi hadiah ulang tahun, melainkan juga bagian dari ikhtiar akademik untuk mendokumentasikan nilai-nilai keteladanan para ulama pesantren agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia menambahkan, buku tentang KH Ahmad Sadid Jauhari menjadi langkah awal dari agenda yang lebih besar. Ke depan, para Mahasantri Putri penerima BC BAZNAS juga akan menyusun buku-buku yang mengangkat keteladanan para masyayikh Pondok Pesantren Assunniyyah sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya mendokumentasikan jejak perjuangan dan warisan pemikiran para ulama.

“Harapannya, nilai-nilai keteladanan para masyayikh tidak hanya hidup dalam tradisi lisan, tetapi juga terdokumentasi dengan baik melalui karya tulis yang dapat dipelajari dan menginspirasi generasi mendatang,” ujarnya.

Melalui buku ini, para mahasantri berharap sosok KH Ahmad Sadid Jauhari beserta nilai-nilai keteladanan yang beliau wariskan dapat terus menginspirasi para santri, alumni, dan masyarakat luas. Mereka berharap karya tersebut tidak hanya menjadi kado istimewa di usia ke-70 beliau, tetapi juga menjadi amal jariyah serta warisan intelektual yang terus memberi manfaat bagi generasi penerus.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *