Kencong – Para pengajar atau Mudarris , Ma’had Aly Assunniyyah Kencong Jember menggelar diskusi rutin yang diikuti seluruh mudarris pada Senin (27/10/2025) di Ruang 1 Ma’had Aly Assunniyyah guna memperkuat kompetensi dan wawasan akademik.
Kegiatan ilmiah tersebut dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Aly, Agus Iqbal Muhammad Rodli, S.Pd., M.Ag. sekaligus menegaskan komitmen pimpinan dalam mendorong peningkatan kualitas keilmuan dan metodologi pengajaran di lingkungan kampus pesantren tersebut.
Dalam diskusi kali ini, Ustadz Ahmad Fatoni, S.Ag. tampil sebagai pemateri dengan membawakan topik “Studi Komparasi Pemikiran al-Dhahabi dan Ibn Hajar dalam Penetapan Status Thiqah: Studi Kitab al-Kutub al-Sittah.”
Dalam paparannya, ia mengupas secara mendalam perbedaan pandangan dua ulama besar ilmu jarh wa ta’dil (kritik perawi hadis) tersebut. Menurutnya, memahami cara berpikir dan metode mereka menjadi kunci penting dalam penelitian hadis.
“Perbedaan penilaian antara al-Dhahabi dan Ibn Hajar tidak muncul begitu saja, tetapi berakar dari perbedaan metode dalam melihat kredibilitas seorang perawi. Dari sinilah kita belajar bahwa ilmu hadis itu sangat dinamis dan menuntut kehati-hatian,” ujar Ustadz Ahmad Fatoni.
Dari hasil pembahasan, disimpulkan tiga poin penting. Pertama, terdapat perbedaan signifikan antara keduanya dalam menetapkan status thiqah (terpercaya) seorang perawi. Kedua, perbedaan itu dipengaruhi oleh pendekatan dan latar metodologi yang berbeda. Ketiga, perbedaan tersebut tidak terbatas pada perawi di kitab Sunan, tetapi juga menjangkau Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim yang selama ini dianggap paling otentik.
Mudir Ma’had Aly, Agus Iqbal Muhammad Rodli, memberikan apresiasi atas semangat para pengajar dalam mengikuti forum ilmiah tersebut.
“Diskusi seperti ini harus terus hidup di lingkungan Ma’had Aly. Selain memperdalam wawasan keilmuan, juga menjadi wadah untuk menumbuhkan tradisi berpikir kritis dan ilmiah di kalangan para pengajar,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tradisi keilmuan di Ma’had Aly Assunniyyah Kencong semakin berkembang, sehingga para mudarris mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya tekstual tetapi juga kontekstual, sejalan dengan visi pesantren dalam mencetak kader ulama yang alim, kritis, dan berkarakter.
